KPR Rumah Baru dan Rumah Lama

KPR saat ini menyediakan banyak pilihan agar kamu bisa wujudkan rumah imajinasimu dengan memilih rumah baru, rumah inden atau malah rumah lama alias rumah second. Dari dua hal ini, seringnya debitur akan mengajukan KPR rumah lama dan baru karena prosesnya lebih mudah ketimbang inden. Namun, ternyata keduanya juga ada beda, lo! Apa saja?

1. Tata Cara Pengambilan Rumah
Perbedaan pertama terletak di tata cara pengambilan rumah. Untuk rumah baru, tata caranya adalah kamu harus mendatangi developer atau pengembang langsung untuk melakukan negosiasi harga. Setelah itu, barulah kamu bisa mengajukan ke bank di mana rencananya kamu akan mengambil KPR.

Sedangkan untuk KPR rumah lama, kamu harus mendatangi sang pemilik rumah yang ingin kamu beli lebih dulu. Setelah itu, kamu harus melakukan negosiasi harga. Bila harga sudah disepakati, maka kamu bisa mengajukan rumah tersebut ke bank tempat kamu akan mengajukan KPR.

2. Dokumen yang Harus Disiapkan
Selain tata cara pengambilan rumah, perbedaan untuk KPR rumah baru dan lama juga terletak pada dokumen yang harus disiapkan. Untuk pengajuan KPR rumah baru, dokumen yang harus disiapkan cukup umum. Kamu hanya perlu menyiapkan KTP, slip gaji, surat keterangan kerja dan dokumen pendukung identitas diri lainnya.

Sebagai tanda jadi pembelian rumah, developer atau pengembang akan memberikan kamu surat berupa salinan sertifikat tanah, IMB dan surat lainnya yang menandakan bahwa kamu memiliki rumah tersebut. Nah, dari ini kamu bisa langsung ke bank untuk mengajukan fasilitas KPR untuk proses pembelian rumah.

Sedangkan untuk rumah lama, syarat umum yang dipinta adalah KTP, surat keterangan kerja, slip gaji dan dokumen pendukung identitas diri yang lainnya. Selain itu, kamu juga harus menyertakan salinan surat tanah, sertifikat, IMB dan lainnya rumah yang akan kamu beli. Jika pemilik rumah berkenan, pergilah bersama-sama ke bank untuk ajukan KPR.

3. Proses yang Dilakukan Bank
Hal lain yang membedakan pengajuan KPR untuk rumah baru dan rumah lama dalam proses wujudkan desain rumah yang bikin relax sesuai keinginanmu adalah proses yang dilakukan bank. Untuk rumah baru, bank akan memeriksa dokumen yang ada. Setelah itu, mereka akan melakukan survei ke rumah yang kamu ambil.

Mereka juga akan mengecek kesepakatan kerja sama. Setelah itu, pihak bank akan mengecek reputasi BI checking kamu. Setelah semua dokumen diverifikasi dan survei berjalan dengan baik, barulah bank akan melanjutkan proses KPR. Namun, jika bank dan developer belum memiliki kesepakatan kerja sama, maka bank akan melakukan proses appraisal.

Proses ini adalah penaksiran bank terhadap harga jual rumah yang akan dibeli. Jika ada perbedaan antara harga rumah yang sudah di appraisal bank dan dari pihak developer, maka bank akan memfasilitasi KPR dengan harga appraisal, bukan harga dari pihak pengembang.

Sedangkan untuk rumah lama, setelah persyaratan lengkap dan reputasi BI checking kamu baik, bank akan langsung melakukan proses appraisal. Jadi, tak ada runding antara pihak bank dan developer lagi. Jika ada perbedaan harga dengan harga nego kamu dengan penjual rumah, maka harga yang berlaku adalah harga appraisal.

4. Akad Awal
Perbedaan berlanjut pada akad awalnya. Untuk rumah baru, jika proses appraisal sudah selesai, kamu akan diberikan surat persetujuan kredit yang harus ditandatangani. Setelah penandatanganan di depan notaris dan pengembang, KPR pun akan dicairkan.

Sedangkan untuk KPR rumah lama, sebenarnya hampir sama saja dengan proses akad awal rumah baru. Hal yang membedakannya adalah proses akad awal harus dihadiri oleh pihak penjual rumah dan dilakukan di hadapan notaris.

5. Biaya Tambahan
Adalah hal yang wajar terjadi perbedaan biaya tambahan ketika mengajukan kredit ke bank. Namun, untuk KPR rumah baru dan rumah lama, ada sedikit perbedaan dalam hal biaya tambahan yang akan dikenakan. Untuk rumah baru, jika pengembang di mana kamu ambil rumah bekerja sama dengan pihak bank, maka kamu tak akan dikenakan biaya tambahan.

Meskipun begitu, tetap ada pihak developer yang akan mengenakan biaya booking fee di awal untukmu meski tidak semua. Namun, bila pengembang tersebut tidak bekerja sama dengan pihak bank tempat kamu mengajukan KPR, kamu tetap harus membayar biaya tambahan sebagaimana mengambil rumah lama.

Sedangkan untuk rumah lama, pada pembelian rumah ini, sebenarnya biaya yang dikeluarkan untuk biaya tambahan bisa dinegosiasikan dengan pihak penjual rumah. Sebab, ada cukup banyak biaya yang dikenakan untuk rumah lama ini. Di antaranya adalah biaya notaris, biaya provisi, biaya administrasi, biaya asuransi jiwa, kebakaran dan gempa bumi serta lainnya.

Biasanya, beberapa biaya akan dibagi antara kamu dan pihak penjual. Contohnya saja biaya notaris, pajak dan beberapa hal lainnya. Namun, kadangkala, bisa juga semuanya akan kembali pada kamu selaku pembeli dan debitur.

6. Pembayaran Uang Muka
Untuk uang muka, pada rumah baru uang muka akan dibayar setelah akad selesai kepada pihak bank. Pihak developer sama sekali tak ada hubungannya dengan pembayaran DP meski ada yang sediakan fasilitas cicilan.. Sedangkan untuk rumah lama, DP langsung dibayarkan ke bank namun penjual biasanya meminta cash untuk uang muka ini.

Nah, itulah sekian banyak perbedaan yang ada antara membeli rumah secara kredit rumah mudah dengan KPR baik untuk rumah lama atau baru. Meski terdapat sejumlah perbedaan, namun pada dasarnya semuanya sama. KPR memberikan solusi untuk pembiayaan rumah agar kamu bisa wujudkan rumah sesuai imajinasimu.

Perbedaan KPR Rumah Baru dan Rumah Lama, Apa Saja?